Yangko, Permen Kenyal Yogyakarta yang Selalu Bikin Orang Balik Lagi

haipedia.com – Di tengah hiruk-pikuk Malioboro, kalau kamu tiba-tiba mencium aroma manis karamel bercampur wangi pandan dan jahe, berarti kamu sedang berada di dekat toko Yangko.

Benda kecil persegi empat berwarna hijau, kuning, merah, putih, lengket-lengket, manis, dan kalau digigit langsung “nyanyi” di lidah. Itulah Yangko, permen legendaris Yogyakarta yang sudah ada sejak tahun 1920-an dan sampai sekarang masih bikin orang antre meski harganya cuma Rp 15.000–25.000 per kotak.

Apa Sebenarnya Yangko?

Yangko adalah mochi versi Jogja. Terbuat dari:

  • Tepung ketan
  • Gula merah cair + gula pasir
  • Santan kental
  • Air pandan + daun suji
  • Jahe bakar (rahasianya di sini!)
  • Kacang tanah sangrai tumbuk kasar (taburan dalam)

Teksturnya super kenyal-lembut, sedikit lengket di gigi, tapi begitu ketemu air liur langsung meleleh jadi karamel cair. Satu kotak isi 20–25 potong, biasanya habis dalam 10 menit kalau sudah dibuka di rumah.

Sejarah: Dari Tiongkok ke Kotagede

Yangko sebenarnya keturunan “nian gao” (kue tahun baru China) yang dibawa peranakan Tionghoa di Kotagede pada awal abad 20. Salah satu yang pertama mempopulerkan adalah Tjoek Tjoen Hing (sekarang Yangko Tjoen Hing) sekitar tahun 1926. Resepnya kemudian diadopsi masyarakat lokal, ditambah santan, jahe, dan pandan — jadilah rasa yang 100 % Jogja.

Sekarang ada 4–5 merek legendaris yang masih bertahan:

  1. Yangko Pak Gendut (paling terkenal, antrean bisa 50 meter)
  2. Yangko Tjoen Hing (yang paling tua)
  3. Yangko Bu Wahid
  4. Yangko Manggleng
  5. Yangko Nitikan (versi lebih modern, ada rasa cokelat dan keju)

Kenapa Orang Sampai Ngidam?

  • Rasa manisnya pas, tidak enek karena ada jahe yang bikin hangat di tenggorokan
  • Tekstur “Q” (kenyal) yang bikin nagih
  • Wangi pandan asli (bukan perisa)
  • Bisa tahan 3–4 hari tanpa kulkas (cocok oleh-oleh)
  • Harganya tetap murah meski antrean panjang

Cara Makan Biar Maksimal

  1. Keluarkan dari kertas minyak perlahan (kalau buru-buru sobek).
  2. Gigit setengah, biarkan meleleh dulu di lidah.
  3. Pasangkan dengan teh tubruk pahit atau kopi hitam — kombinasi surga!
  4. Kalau sudah agak keras (hari ke-3), panggang sebentar di teflon tanpa minyak → luarnya renyah, dalamnya lumer.

Tempat Beli Yangko Paling Legendaris

  • Yangko Pak Gendut → Jl. Mangkuyudan No. 43 (buka 06.00–16.00, sering habis jam 13.00)
  • Yangko Tjoen Hing → Jl. Glagahsari No. 31, Kotagede (yang paling klasik)
  • Yangko Nitikan → dekat Pasar Kotagede (ada varian modern)
  • Toko Oleh-Oleh di Malioboro (harganya 2–3x lipat, kualitas biasa saja)
  • Dulu tahun 80–90-an, Yangko Pak Gendut dijual di depan rumah tanpa papan nama. Pembeli cuma bilang “Yangko Mbok Gendut” karena yang bikin memang mbok-mbok gemuk.
  • Satu hari Yangko Pak Gendut bisa produksi 1.500–2.000 kotak saat musim libur.
  • Artis dan pejabat sering pesan antar (iya, Sultan HB X juga suka).

Kalau kamu ke Jogja dan pulang tanpa bawa Yangko, berarti kamu cuma jalan-jalan, bukan benar-benar “pulang kampung”.

Karena Yangko bukan sekadar permen. Dia adalah rasa manis kecil yang selalu bikin orang rindu Yogyakarta, meskipun cuma sepotong persegi empat berbalut kertas minyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *